Terkadang
terdapat suatu hal yang tidak sejalan dengan pemikiran kita. Lantas kita ingin
mengutarakan argumen. Salah satu cara yang paling ampuh yaitu membuat tulisan
esai berdasar sudut pandang pribadi penulis. Dengan menulis essay, membuat
opini kita abadi dan dapat dibaca siapa saja yang melihatnya.
Penulisan
esai yang baik tidak serta merta mengikuti pendapat pribadi saja. Tetapi
didukung oleh beberapa pendapat yang searah. Usahakan sebagian mendukung dan
sebagian menolak. Disamping itu, memunculkan ide baru dalam tulisan merupakan
penilaian utama.
Berikut adalah salah satu contoh esai yang bertemakan tentang student loan. Diikutkan dalam event seleksi Beasiswa Dataprint. Tulisan ini memberikan ide tentang mahasiswa pasca sarjana tidak membayar bunga atas student loan yang diberikan. Penulis sadar bahwa banyak kelemahan atas esai ini. Okeee, ini dia :
Kredit Pendidikan Tanpa Bunga untuk
Mahasiswa Pasca Sarjana
Pendidikan
menjadi hal pokok untuk menunjang masa depan anak. Sebagai orang tua tentunya
juga memiliki peran besar untuk mempersiapkan pendidikan anaknya. Orang tua
juga harus tetap membiayai keperluan papan, sandang, pangan, hingga kebutuhan
sehari-hari lainnya. Hal tersebut memberikan saya inisiatif untuk meringankan
beban orang tua dengan mencari dana pendidikan sendiri. Melamar beasiswa sana
sini, melakukan pekerjaan paruh waktu, hingga menggali informasi tentang kredit
pendidikan untuk melanjutkan program pasca sarjana. Siapa yang tega melihat
orang tua bersusah payah membiayai kita?
Presiden
yang akrab disapa Jokowi sudah menyarankan program kredit pendidikan kepada
bank-bank Indonesia layaknya student loan
di Amerika Serikat. Student loan
merupakan sekema pinjaman untuk biaya pendidikan (termasuk biaya hidup) yang
dibayar setelah mahasiswa lulus dari perguruan tinggi.
Seperti
halnya jenis kredit kendaraan, rumah dan sebagainya, kredit pendidikan juga tetap
memiliki bunga pinjaman. Bunga atas kredit student
loan tersebut semestinya ditanggung oleh pemerintah. Nantinya
kontribusi juga akan diberikan kembali kepada negara Indonesia. Menjadi Pegawai
Negeri misalnya, hasil kerja pegawai itu juga otomatis kembali kepada Bangsa
sendiri. Contoh yang paling dekat dengan saya yaitu dosen. Pendidik yang
tangguh tersebut memberikan kontribusi dengan meningkatkan sumber daya
mahasiswa-mahasiswinya. Berapapun total dana atas student loan yang diberikan
kepada debitur, begitu pula yang harus dikembalikan kepada perusahaan penyedia
dana.
Data
yang bersumber dari CNBC Indonesia, tercatat tiga bank milik negara yang telah
meluncurkan program kredit pendidikan yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BTN pada
April 2018. BRI dengan produk Briguna Flexi Pendidikan lebih mengkhususkan
untuk mahasiswa S2 dan S3 yang telah memiliki penghasilan tetap.
Program
kredit pendidikan BRI dapat menjadi salah satu contoh solusi untuk melanjutkan
pendidikan pasca sarjana. Ijazah pendidikan terakhir sebagai jaminan untuk
kredit pendidikan program pasca sarjana. Jaminan tambahan bisa berupa BPKB
kendaraan dan sebagainya. Kredit pendidikan ini diangsur setelah mahasiswa
menamatkan program pasca sarjana yang telah ditempuh. Sehingga kredit tersebut
tidak menjadi beban saat menempuh pendidikan.
Bunga
kredit pendidikan juga dibayar dengan membuat program tertentu saat menempuh
studi pasca sarjana. Program tersebut berfungsi untuk memajukan masyarakat
Indonesia dengan beberapa kriteria tertentu sehingga pemerintah memiliki
jaminan untuk memberikan subsidi atas kredit pendidikan. Subsidi berupa
tanggungan bunga kredit pendidikan nantinya dibayarkan kepada perusahaan
penyedia kredit.
Perlu
diingat bahwa kredit pendidikan ini sebagai alternatif untuk melanjutkan
program pendidikan pasca sarjana. Memperoleh beasiswa dari lembaga tertentu
lebih enak dibandingkan dengan kredit pendidikan. Tanpa beban utang kredit
setelah menamatkan program pasca sarjana. Program student loan di Indonesia ini diharapkan bisa mengatasi
permasalahan keterbatasan dana di sektor pendidikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar